Program Makan Bergizi Gratis (MBG) terus menjadi perhatian nasional dalam upaya meningkatkan kualitas gizi masyarakat, khususnya anak-anak sekolah. Dalam pelaksanaannya, peran Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (KA SPPG) sangat penting untuk memastikan seluruh proses berjalan sesuai standar mutu, keamanan pangan, dan efisiensi anggaran.
Di SPPG Nolokerto, kegiatan survei pasar dilakukan langsung oleh tim KA SPPG bersama ahli gizi dan akuntan sebagai langkah strategis untuk mencari supplier bahan baku terbaik bagi kebutuhan dapur MBG. Kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen menjaga kualitas makanan sekaligus memastikan ketersediaan bahan pangan yang stabil dan berkelanjutan.
Tim melakukan peninjauan ke sejumlah pasar tradisional dan distributor bahan pangan untuk mengecek langsung kualitas beras, sayuran segar, telur, ayam, buah-buahan, hingga bahan pendukung lainnya. Ahli gizi memiliki peran penting dalam memastikan bahan yang dipilih memenuhi standar kandungan gizi, kebersihan, dan keamanan pangan sesuai ketentuan program MBG. Sementara itu, akuntan bertugas melakukan analisis harga, efisiensi biaya, dan kestabilan pasokan agar anggaran dapat digunakan secara optimal tanpa mengurangi kualitas makanan yang akan disajikan.
KA SPPG Nolokerto menegaskan bahwa pemilihan supplier tidak hanya berdasarkan harga murah, tetapi juga mempertimbangkan kualitas produk, kontinuitas pasokan, serta kemampuan supplier dalam memenuhi kebutuhan dapur MBG setiap hari. Hal ini penting agar distribusi makanan bergizi kepada penerima manfaat dapat berjalan lancar tanpa kendala.
Dalam proses survei tersebut, tim juga melakukan dialog langsung dengan para pedagang dan distributor guna membangun kerja sama jangka panjang yang saling menguntungkan. Supplier yang diprioritaskan adalah pihak yang mampu menyediakan bahan baku segar, higienis, memiliki kualitas terbaik, serta harga yang kompetitif dan stabil.
Langkah survei pasar ini menunjukkan keseriusan KA SPPG Nolokerto dalam mendukung keberhasilan program MBG. Dengan pengawasan ketat dari tenaga ahli gizi dan pengelolaan anggaran yang transparan oleh akuntan, diharapkan kualitas makanan yang dihasilkan benar-benar memenuhi kebutuhan gizi masyarakat sekaligus mendukung ketahanan pangan lokal.
Program SPPG sendiri memiliki peran penting dalam pengelolaan operasional dapur MBG, mulai dari pengawasan bahan baku, proses memasak, hingga distribusi makanan kepada penerima manfaat.
Melalui kerja sama yang baik antara KA SPPG, ahli gizi, akuntan, dan para supplier lokal, Program MBG di Nolokerto diharapkan dapat menjadi contoh pengelolaan dapur gizi yang profesional, berkualitas, dan berkelanjutan demi menciptakan generasi yang sehat dan kuat.