Dalam rangka memperkuat pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (KA SPPG) NOLOKERTO melaksanakan kunjungan ke sekolah untuk berbincang langsung bersama para siswa. Kegiatan ini berlangsung dalam suasana santai dan penuh keakraban, sehingga para siswa dapat menyampaikan pendapat, pengalaman, serta harapan mereka terkait program MBG yang telah berjalan.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari upaya evaluasi dan peningkatan kualitas layanan makanan bergizi bagi peserta didik. Melalui dialog langsung, KA SPPG NOLOKERTO ingin memastikan bahwa menu yang diberikan tidak hanya memenuhi standar gizi, tetapi juga disukai oleh para siswa.
Dalam sesi diskusi, para siswa tampak antusias menyampaikan berbagai tanggapan mengenai makanan yang mereka terima setiap hari. Sebagian besar siswa mengaku senang karena program MBG membantu mereka mendapatkan asupan makanan yang sehat dan mengenyangkan selama berada di sekolah. Mereka juga merasa lebih bersemangat mengikuti kegiatan belajar setelah makan siang bersama teman-teman
Selain mendengarkan respon siswa terhadap program MBG, KA SPPG NOLOKERTO juga meminta rekomendasi menu yang disukai para siswa. Beberapa siswa mengusulkan variasi lauk seperti ayam kecap, telur balado, ikan goreng, serta tambahan buah-buahan segar dan susu. Ada pula yang berharap agar menu sayuran dapat disajikan dengan olahan yang lebih menarik sehingga lebih disukai oleh seluruh siswa.
KA SPPG NOLOKERTO menyampaikan bahwa masukan dari siswa sangat penting sebagai bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas menu MBG ke depan. Menurutnya, keberhasilan program tidak hanya diukur dari pemenuhan gizi, tetapi juga dari tingkat penerimaan siswa terhadap makanan yang disajikan.
Tidak hanya membahas makanan, kegiatan tersebut juga menjadi ajang edukasi mengenai pentingnya pola makan sehat dan kebiasaan hidup bersih. Para siswa diajak memahami manfaat konsumsi makanan bergizi untuk mendukung pertumbuhan, kesehatan, dan konsentrasi belajar.
Pihak sekolah menyambut baik kunjungan tersebut karena dinilai mampu membangun komunikasi yang positif antara penyelenggara program dan siswa sebagai penerima manfaat. Dengan adanya diskusi terbuka seperti ini, diharapkan program MBG dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang optimal bagi seluruh peserta didik.